Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ekonomi Perencanaan Pembangunan 2 Materi Kuliah Ekonomi Pembangunan

Janoopedia.com - Ekonomi Perencanaan Pembangunan
Artikel ini merupakan lanjutan dari materi Ekonomi Perencanaan Pembangunan sebelumnya. Janoopedia akan menjabarkan secara jelas dan ringkas agar Readers mudah memahami materi ini.

Ekonomi Perencanaan Pembangunan 2 Materi Kuliah Ekonomi

PERENCANAAN EKONOMI DAN MEKANISME HARGA

PENGANTAR

Mekanisme Harga adalah suatu sistem organisasi ekonomi dimana setiap individu dalam posisinya sebagai konsumen, produsen dan pemilik sumber daya melakukan kegiatan ekonomi.

MEKANISME HARGA DALAM EKONOMI BERENCANA

Didalam ekonomi berencana berbagai unsur mekanisme harga-biaya, harga dan laba semuanya direncanakan dan diperhitungan oleh badan perencana sesuai dengan rancangannya

MEKANISME HARGA DINEGARA SEDANG BERKEMBANG

NSB harus melakukan pengawasan terhadap sistem pasar dan mengubahnya sesuai dengan sasaran rencana nasional. Pemerintah harus memanfaatkan perencanaan pembangunan untuk meningkatkan dan memperkuat mekanisme pasar ketimbang menggantikannya dengan pengawsan secara menyeluruh.

      Alasan mekanisme pasar tidak berfungsi sebagaimana mestinya di NSB adalah :

       Tidak elastisnya penawaran produk

       Mekanisme harga bekerja tidak sempurna karena perekonomian terbelakang belum mengenal mekanisme barga dengan baik

MACAM PERENCANAAN

PENGANTAR

Macam-macam perencanaan berdasarkan jangka waktu

Berdasarkan jangka waktu, perencanaan dibagi menjadi :

  1. Perencanaan jangka Panjang (perspektif) Rentang Waktu 10 sampai 25 tahun
  1. Perencanaan jangka menengah Rentang Waktu 4 sampai 6 tahun
  1. Perencanaan jangka pendek Rentang Waktu 1 tahun

BERDASARKAN SIFAT PERENCANAAN

Berdasarkan sifat perencanaan dibagi menjadi 2

  1. Perencanaan dengan komando. Perencanaan dengan cara ini tidak menghendaki adanya liberalisme
  2. Perencanaan dengan Ransangan. Perencanaan dengan ransangan merupakan sistem perencanaan yang demoratis

BERDASARKAN ALOKASI SUMBER DAYA

1. Perencanaan Keuangan

Perencanaan Keuangan adalah untuk memastikan apakah permintaan dan penawaran bertemu dalam suatu mekanisme dimana kemampuan fisik dimanfaatkan sepenuhnya mungkin tanpa mengakibatkan perubahan yang besar dan tak terduga pada struktur harga.

2. Perencanaan Fisik

Perencanaan fisik adalah suatu usaha untuk menjabaran usaha pembangunan melalui pengalokasian faktor produksi dan hasil produksi sehingga memasimalkan pendapatam dan pekerjaan.

BERDASARKAN  TINGKAT KELUWESAN

  1. Perencanaan Indukatif. Perencanaan ini bersifat menyeluruh
  2. Perencanaan Imperatif. Perencanaan imperatif semua kegiatan dan sumebr daya ekonomi berjalan menurut komando negara

BERDASARKAN SISTEM  EKONOMI

1. Perencanaan Dalam Kapitalisme

Perencanaan dalam sistem kapitalisme tidak didasarkan pada rencana yang terpusat (central plan). Dengan tidak terpusat maka alat-alat prpduksi bisa dimiliki secara pribadi.

2. Perencanaan Dalam   Sosialisme

Perencanaan dalam sosialisme didasarkan pada rencana yang terpusat.

3. Perencanaan Dalam Ekonomi Campuran

Perencanaan campuran adalah gabungan dua sistem ekonomi, kapitalisme dan sosialisme.     

BERDASARKAN CARA  PELAKSANAANNYA

1. Perencanaan Sentralistik

Pada perencanaan sentralistik, keseluruhan proses perencanaan suatu negara berada dibawah Badan Perencanaan Pusat.

2.Perencanaan Denstralistik

Perencanaan denstralistik mecacu pada rencana dari bawah (bootom-up planning). Rencana dirumuskan oleh Badan Perencanaan Pusat setelah berkonsultasi dengan berbagai unit adminstrasi negara.

PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN REGIONAL

PENGANTAR

Perhatian terhadap pembangunan daerah semakin besar belakangan ini. Hal tersebut tampak pada perhatian pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, nterhadap perencanaan pembangunan daerah terutama berkaitan dengan renc ana otonomi daerah tingkat dua.an

Sebelum  otonomi sejak thn 2001, wilayah otonomi tsb adalah di prov, dan stelah otonomi wilayah nya di tekan pada kab/kota madya

Ruang lingkup otonomi tsb, sangat luas baik bid politik, sosial, bdaya dan ekonomi.         

    Dari aspek ekonomi daerah mempunyai tiga pengertian yaitu  :

  1. Daerah Homogen ( daerah yang mempunyai kesamaan       sifat : pendapatan perkapita, sosial budayanya,geografisnya, dan sebagainya).
  2. Daerah Nodal  adalah daerah yang dianggap sebagai       suatu kawasan  ekonomi /ruang yang dikuasai oleh  satu daeran/negara  dimana daerah/negara tsb memiliki beberapa pusat kegiatan ekonomi. Bergabung utk krjasama tanpa terikat oleh wilayah adm.
  3. Daerah Perencanaan atau daerah administrasi adalah     suatu ekonomi ruang yang berada di bawah satu administrasi tertentu seperti satu propinsi, kabupaten, kecamatan, dan sebagainya. Daerah ini didasarkan pada pembagian administratif suatu negara.

    Analisis perekonomian suatu daerah sangat sulit karena :

  1. Data tentang daerah sangat terbatas terutama kalau daerah dibedaan berdasarkan pengertian daerah nodal.
  2. Data yang tersedia umumnya tidak sesuai dengan data yang dibutuhkan untuk analisis daerah, karena data yang terkumpul baisanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan analisis perekonomian secara nasional.
  3. Data tentang perekonomian daerah sangat sukar dikumpulkan, sebab perekonomian daerah lebih terbuka dibandingkan dengan perekonomian nasional.
  4. Bagi NSB, di samping kekurangan data sebagai kenyataan yang umum, data yang ada terbatas itupun banyak yang sulit untuk dipercaya, sehingga menimbulkan kesulitan untuk melakukan analisis yang memadai tentang keadaan perekonomian suatu daerah.

PERLUNYA CAMPUR TANGAN PEMERINTAH

Penting campur tangan pemerintah, terutama dalam pembanngunan daerah, dimaksudkan untuk mencegah akibat-akibat  buruk dari mekanisme pasar terhadap pembangunan daerah serta menjaga agar pembangunan dan hasil-hasilnya dapat nikmati berbagai daerah yang ada.

Jika proses perekonomian diserahkan kepada mekanisme pasar akan membawa akibat-akibat yang kurang menguntungkan baik bagi daerah-daerah terbelakang maupun daerah-daerah maju pada akhirnya justru dapat mengganggu kestabilan ekonomi negara secara keseluruhan. 

  1. Daerah-daerah yang miskin tersebut akan mengalami   kesulitan              dalam membangun sektor indutrinya dan   dalam    memperluas      kesempatan kerja.
  2. Daerah-daerah miskin tersebut akan sulit merubah struktur ekonominya yang tradisional, sehingga senantiasa akan biasa dearah pertanian, sedang untuk membangun sektor   industri dihadapi banya kesulitan, seperti kurangnya pengusaha yang kreatif dan kurang tenaga terampil.
  3. Karena sempitnya kesempatan kerja diadaerah miskin tersebut maka akan terjadi perpindahan tenaga kerja ke daerah maju, terutama tenaga kerja yang masih muda, yang berjiwa      dinamis, dan yang mempunyai pendidikan yang lebih baik sehingga yang tetap tinggal di daerah miskin hanya tenaga kerja yang produktivitasnya rendah.

Kesulitan dialami daerah maju :

  1. Karena daerah tersebut harus menampung penduduk dari daerah-daerah miskin, lama kelamaan daerah tersebut akan menjadi terlalu padat ( congested), yang memekasa pemerintah setempat untuk memperbesar pengeluaran untuk menciptakan saran dan prasarana publik yang dibutuhkan masyarakat.
  2. Daerah-daerah ini akan menghadapi masalah-masalah sosial sebagai dari perkembangannya, seperti masalah-masalah sosial sebagai akibat dari perembangan, seperti polusi, kerawanan, dan sebagainya.
  3. Alasan dari kelompok yang kurang setuju atau menolak campur tangan pemerintah terhadap pembangunan daerah adalah :
    1. Kelompok ini masih percaya bahwa mekanisme pasar akan mampu menciptakan perembangan yang harmonis antar daerah
    2. Campur tangan pemerintah justru akan mempengaruhi efisiensi ekonomi ekonomi apabila ditinjau secara keruangan dan kewilayahan
    3. Pemerintah harus memberikan banyak bantuan dan fasilitas, mengingat daya tarik daerah yang masih rendah, tingkat keuntungan yang masih rendah dan harus membiayai pembangunan sebagai prasarana yang dibutuhkan. 

Alasan kelompok yang setuju dengan campur tangan pemerintah dalam pembangunan daerah :

  1. Bila perekonomian dikendalikan oleh mekanisme pasar, akan timbul keadaan yang menghambat perkembangan ekonomi didaerah yang terbelakang akibat, keseluruhan wilayah negara yang tidak berkembang.
  2. Mekanisme pasar belum tentu menciptakan efesiaensi yang optimal dalam menentukan kegiatan ekonomi
  3. Campur  tangan pemerintah sangat dibutuhkan oleh daerah yang baru berembang, mengingat efisiensi kegiatan ekonomi masih rendah , sehingga kurang sanggup bersaing dengan daerah-daerah maju.
  4. Menghemat pengeluaran pemerintah untuk pembangunan daerah dimasa yang akn datang.
  5. Proses pembangunan tida terpusat hanya pada satu daerah, melainkan tersebar keseluruh wilayah.

CORAK PERKEMBANGAN DAERAH ATAU REGIONAL

Jika peran suatu kegiatan ekonomi (produksi) meningkat, berarti perannya bertambah penting. Pola perkembangan daerah di Amerika Serikat oleh Perloff dan Wingo (1964) dibedakan tiga tahap, yaitu :

1. Perkembangan pertanian (sampai tahun 1840)

Pada tahap ini daerah-daerah yang mengalami perkembangan adalah daerah yang sangat sesuai dengan usaha pertanian dan daerah yang dapat menyediakan jasa-jasa untuk perkembangan sektor pertanian.

2. Perkembangan Pertambangan (1840-1950)

Sektor pertambangan mempunyai pengaruh kuat dalam mendorong  daerah, sebab sektor ini mempunyai pengaruh keterkaiatan ke depan (forward linkage effect) yang lebih besar dibanding dengan setor pertanian.

3. Tahap perkembangan amenity resources

Kegiatan perekonomian  tidak lagi ditentukan oleh tempat menghasilan bahan baku yang dibutuhkan, melainkan oleh letak pasar dari hasil industri yang bersangkutan.

Hal-hal yang mendorong negara-negara maju untuk lebih menekankan pembangunan sektor industri di daerah yaitu :

  1. Sektor pertanian sudah mampu memproduksi  keperluan hidup masyarakat sehari-hari,              bahkan sudah banyak yang diekspor.
  2. Mengembangkan sektor industri jauh lebih menguntungkan, sebab pasar produknya sudah cukup tersedia.
  3. Keadaan prasaran yang sudah ada sangat baik    sehingga biaya untuk pengembangan industri    jauh lebih murah dibandingkan dengan pengembangan sektor pertanian.

NSB pada umumnya merupakan daerah pertanian, pengembangan sektor pertanian dengan alasan :

  1. Sebagian besar penduduk hidup dan bekerja di sektor pertanian, padahal disektor pertanian merupakan daerah yang paling miskin dan laju pertumbuhan penduduk cukup tinggi.
  2. Jika kemiskinan didaerah pertanian dibuarkan, akan terjadi arus urbanisasi yang menyebabkan terjadinya pengganguran yang cukup banyak di kota-kota besar.
  3. Jika dilakukan pembangunan industri, perkembangan sektor ini kurang mampu untuk menampung tambahan tenaga kerja yang senantiasa terjadi.
  4. Sektor Pertanian perlu dibangun agar menghasilkan tambahan pangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang senantiasa bertambah serta untuk diekspor untuk memperoleh devisa.

Posting Komentar untuk "Ekonomi Perencanaan Pembangunan 2 Materi Kuliah Ekonomi Pembangunan"