Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ekonomi Internasional - Materi Kuliah Mahasiswa Ekonomi Terlengkap

Janoopedia.com - G20 Hubungan Internasional Ekonomi
Hai Readers Janoopedia, lagi cari artikel mengenai Ekonomi Internasional ya? Nih
Janoopedia sudah siapin untuk kamu. Semoga artikel ini bisa membantu kamu ya.

Apa Itu Ekonomi Internasional

Ekonomi Internasional adalah ilmu yang mempelajari alokasi sumber daya yang langka guna memenuhi kebutuhan manusia, hanya saja problematik ekonomi dipelajari dalam ruang lingkup internasional. Artinya, masalah alokasi dianalisa dalam hubungan antara pelaku ekonomi satu negara dengan negara lain. Ilmu ekonomi internasional berusaha untuk mempelajari bagaimana hubungan ekonomi antara satu negara dengan negara lain dapat mempengaruhi alokasi sumberdaya baik antara dua negara tersebut maupun antar beberapa negara.

Hubungan Ekonomi Internasional

Hubungan Ekonomi Internasional ini dapat berupa:

  1. Perdagangan
  2. Investasi
  3. Pinjaman
  4. Bantuan
  5. Kerjasama Internasional lainnya

Perbedaan Ekonomi Internasional dengan Ekonomi Interegional

Ekonomi Internasional berbeda dengan ekonomi interegional (antar daerah dalam satu negara). Ekonomi Internasional menyangkut beberapa negara dimana:

  1. Mobilitas faktor produksi seperti tenaga kerja dan modal relatif lebih sukar (immobilitas faktor produksi)
  2. Sistem keuangan, perbankan, bahasa, kebudayaan, serta politik yang berbeda
  3. Faktor-faktor produksi yang dimiliki (faktor endowment) berbeda sehingga dapat menimbulkan perbedaan harga barang yang dihasilkan

Cakupan Ekonomi Internasional

Ekonomi Internasional mencakup baik aspek mikro maupun makro.

Aspek Mikro

Misalnya menyangkut masalah jual-beli secara internasional (ekspor dan impor), kegiatan perdagangan bergantung pada keadaan pasar hasil produksi maupun pasar faktor produksi.

Aspek Makro

Masing-masing pasar saling berhubungan satu dengan lain yang dapat mempengaruhi pendapatan ataupun kesempatan kerja.

Mengapa Suatu Negara Perlu Berdagang dengan Negara Lain

-          Berdagang dengan negara lain kemungkinan dapat memperoleh keuntungan.

-          Untuk menghemat biaya produksi yang ditimbulkan oleh perbedaan harga faktor produksi, pendapatan dan selera

Kartel Internasional dan Diskriminasi Harga

Kartel Internasional adalah perjanjian secara formal antara beberapa perusahaan dari negara yang berbeda untuk membagi pasar atau mengurangi persaingan diantara mereka.

*Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum

Cara pembagian kartel Internasional:

  1. Membagi pasar secara geografis
  2. Atas dasar kategori produk sehingga perusahaan punya segmen pasar tertentu
  3. Melalui alokasi quota
  4. Melakukan diskriminasi harga

Diskriminasi Harga

Praktek diskriminasi harga secara internasional disebut dengan dumping, yakni menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan dibawah produksi.

Customs Unions

Yang mengemukakan teori customs union adalah Jacob Viner, customs unions mengandung unsur perdagangan bebas serta unsur proteksi yang lebih besar

Ada 2 konsep pembentukan customs union:

  1. Trade Creation, dapat meningkatkan kesejahteraan
  2. Trade Diversion, dapat menurunkan kesejahteraan

Trade Creation


Negara

Biaya Rata-Rata (Rp)

Negara A mengenakan bea masuk 100% (Rp)

Negara A membebaskan tarif terhadap B, tetapi tidak terhadap C (Rp)

A

B

C

50

40

30

50

80

60

50

40

60

 

Trade Diversion

Negara

Biaya Rata-Rata (Rp)

Negara A mengenakan bea masuk 50% (Rp)

Negara A membebaskan tarif terhadap B, tetapi tidak terhadap C (Rp)

A

B

C

50

40

30

50

60

45

50

40

45

 

Perpindahan Faktor Produksi Antar Negara

Teori Klasik menganggap bahwa faktor produksi tidak secara bebas pindah dari satu negara ke negara lain, akan tetapi apabila menganalisa perdagangan dengan memperhatikan waktu (dinamis) maka akan berpengaruh pada perpindahan faktor produksi.

Faktor produksi akan pindah dari yang harganya murah ke tempat yang harganya lebih mahal dan akhirnya harga faktor produksi akan cenderung sama di berbagai tempat

Perpindahan Faktor produksi antar negara:

  1. Tenaga Kerja
  2. Modal

1. Tenaga Kerja

Perpindahan atau migrasi tenaga kerja tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi saja tetapi juga di pengaruhi faktor nonekonomi seperti agama, ras dan politik

2. Modal

Modal  dapat berasal dari dalam maupun dari luar, modal dari luar digunakan penerima pinjaman luar negeri atau investasi untuk mendorong pertumbuhan. Selain itu modal juga bisa berasal dari dalam negeri yang didapat dari produksi ekspor yang menghasilkan devisa dan dipakai untuk membiayai impor barang modal.

Kemajuan Teknologi

Dapat meningkatkan produktivitas faktor produksi suatu negara, ada 3 tipe perubahan teknologi:

  1. K saving technical progress (kemajuan teknologi yang menghemat modal
  2. L saving progress (kemajuan teknologi yang menghemat buruh)
  3. Neutral technical progress (kemajuan teknologi yang meningkatkan L dan K

Perusahaan Multi Nasional

Perusahaan Multi Nasional/ Multinational Company adalah perusahaan yang kegiatan bisnisnya bersifat internasional dan lokasi produksinya terletak di beberapa negara.

Cabang diluar Negeri tidak hanya dimiliki oleh perusahaan induk, tetapi juga operasi/kegiatan cabang tersebut dikontrol dan diawasi oleh perusahaan induk.

Sifat MNC

  1. Pendirian cabang diluar negeri biasanya dilakukan dengan investasi langsung yakni dengan cara mendirikan perusahaan baru, ekspansi atau membeli perusahaan diluar negeri
  2. Pengaturan pemilikan dan cabang diluar negeri bervariasi antara MNC yang satu dengan yang lain, diantaranya melalui patungan (joint ventures)

Tujuan dan motif MNC melakukan investasi langsung diluar negeri

  1. Ekspansi secara vertikal, Perusahaan induk mendirikan cabang diluar negeri untuk menghasilkan input untuk diproses lebih lanjut oleh perusahaan induk, contoh perusahaan minyak.
  2. Ekspansi secara horizontal, dengan mendirikan cabang diluar negeri dengan melakukan kegiatan yang hampir sama dengan perusahaan induk,

*Faktor Ekonomi yang mempengaruhi Keputusan MNC dengan melakukan investasi langsung di luar negeri adalah mencari keuntungan maksimum, penjualan maksimum atau keduanya. Sehingga dengan  mendirikan cabang diluar negeri memperoleh beberapa manfaat, antara lain:

  1. Memperoleh hubungan yang lebih dekat dengan langganan untuk mengetahui kebutuhan dan selera konsumen.
  2. Mengatasi hambatan tarif

*Faktor Non Ekonomi untuk melakukan ekspansi MNC dengan melihat faktor sosial dan politik di negara yang hendak dituju melakukan ekspansi.

Kekuatan bersaing MNC

  1. MNC dipandang sebagai perusahaan yang superior
  2. Memiliki kekuatan monopoli yang diperoleh karena penggunaan teknologi melalui riset dan pengembangan
  3. Perusahaan informasi, mengumpulkan perkembangan pasar, biaya dan teknologi melalui cabang diluar negeri.
  4. Skala ekonomis
  5. Besarnya jaringan keuangan internasional
  6. Monopoli pemasaran
  7. Dapat menghindar dari kebijaksanaan tarif dan quota yang diambil negara lain.

Efek Global MNC

Bisa berupa efek positif maupun negatif.

Efek positif, kalau naiknya investasi diluar negeri tidak menurunkan investasi di negara asal. Menimbulkan efisiensi produksi berupa efisiensi alokasi dan efisiensi operasi.

Efek negatif, kalau dengan adanya MNC menggeser atau mengganti investasi di negara yang didatangi. Menimbulkan monopoli sehingga alokasi sumber daya kurang optimal, kekuatan pasar MNC dapat merupakan alat untuk menghambat pesaingnya yang tidak memiliki keunggulan dalam pasar input, produk ataupun keuangan, mempengaruhi kebijakan negara induk ataupun negara tempat alokasi baru, aspek global yang dapat menimbulkan biaya eksternal bagi perekonomian dunia.

Manfaat bagi negara Induk: kenaikan pendapatan ataupun risiko yang lebih kecil dari pemilik faktor produksi, produk dengan harga yang lebih murah yang dihasilkan dinegara lain yang biaya produksinya lebih rendah.

Konflik yang muncul dinegara induk:

  1. Pergeseran Tenaga Kerja
  2. Berkurang keunggulan modal dan teknologi
  3. Penghindaran pajak
  4. Merongrong kebijaksanaan ekonomi negara induk

Manfaat bagi Negara Penerima:

Pembentukan modal, menaikkan pendapatan dan kesempatan kerja, transfer teknologi serta memperbaiki posisi neraca pembayaran.

Kerugian bagi negara penerima:

1.Negara penerima menghendaki impor barang modal dengan sedikit penggunaan bahan impor penggunaan konten lokal sedangkan MNC kadang mendatangkan penggunaan bahan impor, sedikit menggunakan konten lokal

2. Faktor teknologi yang kurang cocok dengan negara penerima

3. MNC tidak banyak melakukan riset dan pengembangan di negara penerima sehingga selalu tergantung pada negara induk

4. Menyebabkan ketidakstabilan ekonomi negara penerima

Pengaturan MNC oleh negara penerima:

  1. Pengaturan meliputi penilaian tentang kemungkinan efek MNC dimasa mendatang terhadap ekonomi dan politik nasional
  2. Penentuan sektor-sektor tertentu yang sudah ditutup untuk investasi asing atau penentuan pemilikan, sehingga memberi peluang pada wiraswasta lokal untuk ikut melakukan kegiatan  atau mengambil keputusan
  3. Negara penerima dapat mengatur kegiatan MNC tersebut
  4. Negara penerima mengatur tentang keuntungan yang boleh dikirim balik ke negara induk
  5. Negara penerima dapat mengambil tindakan nasionalisasi MNC

Posting Komentar untuk "Ekonomi Internasional - Materi Kuliah Mahasiswa Ekonomi Terlengkap"